Posted by: megaihyamuis | January 3, 2009

Aromatik dari Rimba Towuti

Kulit kayu jalapari yang siap dikeringkan

Kulit kayu jalapari yang siap dikeringkan

Ia tumbuh liar di dalam belantara. Tergolong jenis tanaman liana atau menjalar. Ukuran batang pokok sebesar lengan orang dewasa. Dari batang pokoknya tumbuh batang-batang yang tidak berdaun, kecuali pada ujungnya dan akan merambat pada pohon lain. Adapun cabang yang menjalar dekat tanah dan tak berhasil mencapai tanaman lain, akan membentuk akar dan tumbuh menjadi tanaman baru. Kulit batangnya memiliki aroma  yang wangi dan dalam keadaan kering akan menggulung seperti kulit kayu manis.

 

Selain itu, jalapari juga mengandung kumarin alami sebagai tabir surya yang dapat melindungi kulit dari sinar matahari.

H.M Yunus Musa, pedagang pengumpul mengatakan jalapari yang diperoleh dari para peramu hutan di sekitar Towuti, Malili, Sulawesi Tengah dan Tenggara dikirim ke Surabaya. “Di sana akan diekstrak, kemudian dikirim ke perusahan jamu dan kosmetik di Indonesia, seperti Nyonya Meneer, Air Mancur, Sido Muncul. Kalau yang dikirim ke negara-negara Eropah lebih banyak dipake sebagai campuran kosmetik,” ungkap Haji Musa.

Jual beli jalapari yang digeluti sejak 2001 lalu berawal dari permintaan seorang koleganya yang saat itu berbisnis kayu gaharu. Perpedoman pada foto dari koleganya tersebut, berupa gambar batang kayu yang  berpilin melingkar pohon-pohon serta potongan kulitnya yang telah mengering berwarna kuning muda dan menggulung seperti kulit kayu manis, H.Musa  mulai menjelajah hutan di Luwu Timur. Sampel yang dikirim sebanyak 4 kg ternyata cocok. Maka sejak saat itu, ia memulai bisnis jalapari. Menurutnya, tahun 2001-2006 adalah saat-saat booming jalapari di daerah ini. Banyak masyarakat yang masuk ke hutan mencari jalapari. Pengiriman ke Surabaya  rata-rata mencapai 60-an ton per bulan. ”Tapi sekarang permintaan mulai berkurang. Mungkin ini dampak dari krisis keuangan dunia,” imbuhnya menutup perbincangan.

 

Para peramu hutan di Towuti menyebutnya jalapari. Di Jawa disebut pulasari. Dari beberapa penelitian diketahui hasil hutan non kayu ini bermanfaat sebagai bahan obat-obatan sebab memiliki daya antibakteri. Makanya pemilik nama latin Alyxia stellata atau Alyxia reinwa ini banyak digunakan sebagai campuran ramuan obat tradisional yang berkhasiat antara lain mengobati demam, diare, perut kembung, panas dalam, keputihan, dan haid tidak teratur.  Aku pikir, mungkin perlu ada semacam usaha ekstraksi kulit jalapari di Luwu Timur ini mengingat potensi sumber daya tersebut melimpah di daerah ini. Selain bisa menyerap tenaga kerja juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonominya. Kan nilai jualnya bisa lebih tinggi ketimbang kalau hanya menjual kulitnya saja. 


Responses

  1. sy tertarik bergabung….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: