Posted by: megaihyamuis | June 4, 2007

Kota Nikel di Pegunungan Verbeck

R.Musu

Sorowako 1972/Foto:R.Musu

 

 

Indra Manik

Sorowako 2006/Foto:Indra Manik

 

Bermula hanya dari sebuah desa yang tidak terkenal. Namun kini, Sorowako dikenal di berbagai belahan bumi. Penambangan nikel PT Inco yang beroperasi di daerah itu menjadikan adanya perubahan drastis dari kampung terpencil menjadi sebuah kota dengan fasilitas yang serba lengkap seperti sekarang.

Sungguhpun desa yang berada di bibir danau Matano itu telah berganti wajah, namun ada yang tampaknya tidak berubah. Ketegaran pegunungan Verbeck yang tetap setia membentenginya. Kesejukan dan kejernihan air Danau Matano yang tetap sabar memberikan kedamaian bagi siapa saja yang mengunjunginya. Serta hutan belantara yang masih tetap terjaga. PT Inco memang sangat berkepentingan menjaga kelestarian hutan. Sebab operasi PLTA yang menyuplai listrik untuk kebutuhan perusahaan dan masyarakat sangat bergantung pada debit air danau Matano, Mahalona, dan Towuti.

Ketiga danau tersebut menyimpan potensi pariwisata. Jika semua itu bisa diolah dengan baik, Sorowako tak perlu deg-degan hati menunggu 2025. Sebab bukan tidak mungkin ketika operasi PT Inco selesai, kelak akan lahir kota wisata. Apalagi jika skenario “Soft Landing Mine Closure ” berberjalan sukses, Sorowako bisa menjadi kota wisata tambang. Semoga!

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: